Langsung ke konten utama

Aktual

Maumere, ‘Roma-nya Indonesia’ dalam Pusaran Perdagangan Orang dan Prostitusi Anak

(Dimuat di katolikana.com , 23Juli 2021) Oleh: Ermelina SIngereta (Sebuah catatan penanganan kasus perdagangan orang di Maumere, Flores, NTT) Perdagangan orang untuk tujuan diekspolitasi secara seksual (prostitusi) khususnya penempatan di lokasi prostitusi bukanlah informasi dan masalah baru bagi kita. Seringkali orang menganggap bahwa ini masalah sosial, moral, dan budaya, yang kerapkali terjadi dan dilakukan di masyarakat.

Hakim Daming Sunusi Diminta Mengundurkan Diri

Selasa, 15 Januari 2013 13:58 WIB
 
"Seperti apa proses keadilan bagi korban? Tidak ada korban pemerkosaan yang tidak luka."
 
JAKARTA, Jaringnews.com
- Masyarakat Peduli Korban Kejahatan Seksual menemui Komisi III DPR untuk meminta Komisi III tidak meloloskan Daming Sunusi sebagai hakim agung. Hal ini menyusul pernyataan canda Daming Sanusi terkait kasus perkosaan yang dinilai melecehkan kehormatan kaum perempuan.

Seperti diketahui, Senin (14/1) kemarin, saat fit and proper test di Komisi III, dengan bercanda Daming mengatakan bahwa dalam kasus pemerkosaan harus dipikir matang-matang untuk diberikan hukuman mati ke pelakunya. Pasalnya, kata dia, yang diperkosa dan yang memerkosa sama-sama menikmati.

Kepada Komisi III, pengacara publik dari End Child Prostitution and Trafficking (ECPAT) Ermelina Singereta mengatakan, masa depan bangsa Indonesia dipertaruhkan bila memiliki hakim agung yang memandang remeh kasus perkosaan.

Karena itu dirinya bersama beberapa orang Masyarakat Peduli Korban Kejahatan Seksual dan KPAI (Komnas Perlindungan Anak Indonesia) mendesak DPR untuk meminta Ketua Mahkamah Agung mencopot Daming Sanusi dari jabatannya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin. Dan menolak pencalonan Daming sebagai calon hakim agung.

"Bagaimana Indonesia ke depan bila memiliki seorang hakim agung yang punya cara pandang dan pemikiran seperti Daming soal kasus pemerkosaan? Seperti apa proses keadilan bagi korban? Tidak ada korban pemerkosaan yang tidak luka," ujar Ermelina dalam pertemuan dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1).

"Saya berharap untuk Komisi III, tidak hanya Daming, agar hakim-hakim yang tidak memiliki perspektif terhadap anak dan perempuan tolong tidak diloloskan," lanjutnya.

Selain itu, mereka agar Daming meminta maaf pada masyarakat atas pernyataannya dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim.


Komentar

Postingan Populer